Kamis, 21 Juni 2012

Video Sex Artis Thailand

 Video Sex Artis Thailand


“Nah.. disini kita bisa ngobrol bebas khan?!! Kata Om Prass..sambil tangannya memeluk lembut pinggangku..”!! Aku hanya tersenyum sambil memegang tangannya, sementara wajah kami sudah sedemikian dekat.. Aku memejamkan mata..ketika terasa bibir Om Prass.. menyentuh bibirku. Kami melanjutkan kissing ringan sambil merubah posisi saling berpelukan. Aku menikmati kecupan demi kecupan yang dilakukannya dengan lembut dan penuh perasaan.. “Kamu benar-benar manis sayang”!! Bisik Om Prass ditelingaku ..

Aku serasa terbuai.. dan kusandarkan kepalaku didadanya yang bidang. Dia kembali melumat bibirku dengan lembut, tangannya mulai berani bergerilya.. membelai dan meremas halus payudaraku. Aku semakin terbuai karenanya, sehingga ketika disela-sela remasan-remasan kecil, ia mulai melepas kancing bajuku, aku malah membantu dia.


Permainan lidah kami semakin menggebu sementara tangan Om Prass dengan cekatan melepas kaitan BH yang kukenakan, lepaslah sudah pakaianku kecuali CD. Dia bimbing aku yang hanya memakai CD ke tempat peraduan yang sudah tersedia diruangan itu. Aku terlentang menahan sensasi dan..Om Prass melanjutkan aksinya.. dia telusuri lekuk tubuhku dengan jilatan-jilatan halus, pentil teteku dihisap sehingga tampak menjulang tegak diatas bukit kembarku yang mulus. Aku benar-benar menahan sensasi dan tanpa sadar kucengkeram kepala Om Prass sambil berguman lirih..
“Ohh..augh.. Om.. enaak Om..!! Om buka bajunya.. Om..

Tanpa menjawab, lidahnya terus menjilati sekujur tubuhku. lalu Ia pun melepas pakaian satu persatu.. Sambil aku bantu dia, tanganku sibuk mencari “urat” dibalik CDnya. Om Prass memainkan lubang pusarku dengan lidah, sementara tangannya bergerak menurunkan Cdku. Aku pun melepas Cdnya dan tampak urat Om Prass sudah berdiri tegak, ukuran biasa, tidak terlalu besar tapi bersih. Kini kami berdua sudah telanjang bulat, Ia tampak kagum dengan milikku yang terawat, tapi hanya sesaat, kemudian dia sudah aktif lagi menciumi rambut-rambut lembut, lidahnya bergerak menjilat bagian tengah yang sudah basah.

Aku sungguh semakin terangsang dan tanganku yang memang sedari tadi sudah memegang “urat” Om Prass.. sekarang kupakai untuk menarik pahanya, dia merespon.. sehingga “urat” dia sudah tepat berada didepan mulutku, Aku langsung menjilati kepala “urat” yang halus, Aku kulum milik Om Prass yang mulai terasa berdenyut-denyut. Mungkin lebih dari 5 menit, kami saling mengulum, menjilati dan menyedot “andalan” kami masing-masing. Aku menikmati betul sensasi yang diberikan oleh Om Prass sampai akhirnya..

“Om.. ayoo.. Om.. masukin..” pintaku penuh gairah.
“Sebentar ya ..sayang!!”..Om masih ingin menikmati.. “kue apem” ini, Uhh.. lezatnya.. sambil.. puuffh.. puurffh..karena ada rambut halus bawahku melekat dibibirnya.
“Ayoo.. Om.. akh..akh.. saya sudah ngga tahan nih..!!”, Tanpa menunggu persetujuannya aku langsung menggerakkan tubuhku untuk merubah posisi.. Aku bimbing urat milik Om Prass, dan dengan sekali tekan masuklah dia’ sampai terbenam penuh didalam vaginaku. Semakin nikmat rasanya ketika urat Om Prass bersentuhan dengan klitorisku, gerakkan tubuhku menggeliat kian kemari sementara kedua kakiku dikaitkan kepinggang Om Prass..
“Oohh..akh.. nikmat Om..terus.. terus.. Om..!! sambil kuimbangi dengan gerakan pantatku. Lagi-lagi Om Prass tidak menjawab, sambil terus memaju-mundurkan uratnya dia meremas, menghisap teteku secara bergantian. Hampir sepuluh menit kami terus berpacu dalam posisi itu, kemudian tubuhku mulai mengejang.. terasa aliran darahku semakin cepat.. dan kupeluk erat tubuh Om Prass yang menindih diatasku..
“Ayoo Om ..saa .. maa- saamaa.., oohh.. aakh.. aakkhh!! Aku mencapai orgasme meskipun belum terasa ada cairan yang keluar dari urat om Prass.

Om Prass tahu kalau aku sudah mencapai klimaks, dia menghentikan gerakan namun tetap membiarkan uratnya yang masih tegang didalam vaginaku. Om Prass memeluk tubuhku dan mengantarku menuntaskan kenikmatan yang baru saja kualami. Saat-saat seperti inilah yang paling aku sukai jika ML dengan pria setengah baya. Ia begitu lembut, sabar dan romantis menemaniku dalam menikmati masa purna orgasme.

“Om.. Tantri puas Om.. Terima kasih ya, Om baik.. deh!” bisikku masih lemah..
Dia hanya tersenyum, namun tiba-tiba dia mengangkat badan tapi tidak mencabut uratnya dan langsung.. berkata.. satu.. dua.. tiga..empat..sepuluh..!! hooree.. sambil mengangkat kepalan tangannya dengan mimik lucu menirukan gaya petinju yang dinyatakan menang.
“Sialan..”! bathinku.. tapi aku geli juga melihat kelakuannya.. dan kamipun tertawa.
“Aku bercanda..sayang..!” kata Om Prass cengengesan, sambil kembali memeluk, membelai dan mengecup keningku dengan mesra,

Aku menimati diperlakukan seperti itu, malah sekarang badanku terasa fress lagi. Kukeluarkan urat Om Prass yang masih tegang dari sarangnya. Kemudian dengan lembut kubersihkan dengan selimut.. dan langsung kumasukkan kemulutku.. Aku sepong milik Om Prass dengan penuh perasaan..tampak dia merem-melek menikmati hisapanku.. sementara tangannya.. memainkan klitoris milikku.

Sesaat gairahku bangkit lagi.., aku naik keatas tubuh Om Prass yang terlentang dan kembali urat Om Prass kumasukan kesarang tepat dibagian yang paling sensitif. Kugoyang pinggulku menirukan goyang Inul.. sampai terasa om Prass meremas teteku semakin kuat. Sebenarnya sambil bergoyang, terlintas pikiranku untuk membalas canda Om Prass tadi, aku ingin hitung dia.. namun ketika menyaksikan tubuh Om Prass kelojotan serta wajahnya yang merem-melek, aku jadi ikut-ikutan terangsang berat.

“Tantri..oh.. Tantri.. Om.. mau ..keluaarr..”!! desah Om Prass bergumam..
Aku berusaha menahan diri sekuat tenaga, namun lagi-lagi ketika terasa urat Om Prass memuncratkan laharnya memenuhi seluruh rongga vaginaku..aku hanyut..
“Akhh.. uhh..akhh.. oohh..”!! aku melengkuh sambil mejatuhkan wajahku kedada Om Prass.., aku orgasme untuk kedua kalinya. Om Prass memeluk tubuhku yang berada diatasnya. Aku tetap membenamkan wajahku didada Om Prass, terasa urat Om Prass.. mulai mengecil.. kemudian perlahan.. lepas dari vaginaku.
Om Prass bangun.. lalu mengecup keningku..”Terimakasih..Tantriku sayang..”!!
“Sama-sama Om.. Tantri juga puas koq, apalagi skornya 2-1″!! jawabku tersenyum.
Om Prass langsung nyambung..”Ooo.. rupanya, tadi Tantri ingin jadi juri juga ya?!”
“Wah.. ngga mudah lah, Thomas Americo dilawan..!! dan tawa kamipun berderai disaksikan furnishings di ruangan yang sejak tadi membisu menyaksikan ulah kami.

“Om.. puas sekali sayang..!!” terimaksih.. ya atas semuanya. Aku tidak menjawab hanya kembali kurebahkan kepalaku didadanya.. Dan setelah badan terasa pulih.. kami beranjak kekamar mandi, saling memandikan namun tidak sampai ML lagi. Setelah rapi semua, kamipun masuk mobil, lalu melaju ke arah tempat kosku. Aku benar-benar menikmati pertemuan ini. Begitulah Cerita Tantri..


Download Video dan Gambar Porno...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar